HUBUNGAN PERSEPSI ETIKA DAN SELF CONTROL DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DI KALANGAN MAHASISWA: SEBUAH KAJIAN KONSEPTUAL
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah menjadikan media sosial sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa, baik untuk kebutuhan komunikasi, kegiatan akademik, maupun aktualisasi diri. Di balik berbagai manfaatnya, intensitas penggunaan media sosial yang tinggi turut memunculkan persoalan etika digital, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan perundungan siber. Dua faktor psikologis yang diduga berperan penting dalam membentuk perilaku digital yang bertanggung jawab adalah persepsi etika dan self control (kontrol diri). Artikel ini merupakan kajian konseptual yang bertujuan mendeskripsikan konsep persepsi etika dan self control berdasarkan tinjauan teoretis, serta menyusun kerangka konseptual dan proposisi mengenai keterkaitan kedua variabel tersebut dalam penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa. Kajian dilakukan dengan metode tinjauan pustaka (literature review) terhadap buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan, yang kemudian dianalisis secara tematik untuk membangun sintesis konsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi etika berkaitan dengan pemahaman individu mengenai benar dan salah, sedangkan self control berkaitan dengan kemampuan mewujudkan pemahaman tersebut menjadi perilaku nyata, sehingga secara konseptual kedua variabel ini diduga saling berhubungan dan bersama-sama membentuk pola penggunaan media sosial yang lebih bertanggung jawab. Artikel ini belum menyajikan pengujian data empiris dan disusun sebagai landasan konseptual bagi penelitian kuantitatif lanjutan, sekaligus memberikan implikasi bagi pengembangan program literasi digital dan pendidikan karakter di perguruan tinggi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Laa Maghrib: Journal of Development in Islamic Economics and Business

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

