PERSEPSI SALES TERHADAP TEKANAN KERJA DAN PENGAWASAN MANAJERIAL : FENOMENOLOGI PERILAKU DISFUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PENJUALAN UD MITRA MAKASSAR
Keywords:
Tekanan Kerja, Pengawasan Manajerial, Sales, Fenomenologi, Perilaku DisfungsionalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi sales terhadap tekanan kerja dan pengawasan manajerial serta implikasinya terhadap munculnya perilaku disfungsional di lingkungan penjualan UD Mitra Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif sales dalam menghadapi tuntutan kerja dan sistem pengawasan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sales yang bertugas di wilayah Parepare, Barru, dan Pinrang, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan kerja terutama bersumber dari tuntutan pencapaian target penjualan dan target Effective Call (EC) yang sering kali tidak sepenuhnya selaras dengan kondisi lapangan. Pengawasan manajerial yang dilakukan melalui sistem digital, laporan harian, dan briefing rutin dipersepsikan secara ambivalen, yakni sebagai bentuk kontrol yang wajar sekaligus sebagai faktor yang dapat memperkuat tekanan kerja. Interaksi antara tekanan kerja yang tinggi dan pengawasan manajerial yang berorientasi pada pencapaian angka mendorong munculnya perilaku disfungsional, seperti manipulasi pencatatan transaksi dan penyimpangan dari prosedur operasional standar. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku disfungsional tidak semata-mata disebabkan oleh faktor individu, melainkan merupakan konsekuensi dari desain sistem kerja dan pengawasan yang kurang kontekstual. Oleh karena itu, pengelolaan tekanan kerja yang realistis serta pengawasan manajerial yang proporsional dan suportif diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja penjualan yang berintegritas dan berkelanjutan.

